Header Ads

Gerebek Rumah Perampok Kapas Krampung, Polrestabes Surabaya Amankan Sejumlah Barang Bukti dan Istri Pelaku

http://ift.tt/2sskOUh
Kapolrestabes Surabaya Tunjukkan Foto Tersangka Perampokan Kapas Krampung kepada Awak Media

Kapolrestabes Surabaya Tunjukkan Foto Tersangka Perampokan Kapas Krampung kepada Awak Media

Polrestabes Surabaya, 04/06/17 : Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya terus melakukan perburuan terhadap komplotan perampok yang menewaskan Go Hong Bun alias Awen (42) warga Jalan Babatan Pantai di UD Bintang Rejeki, Jalan Kapas Krampung 109 Surabaya.

Terakhir, Polrestabes Surabaya memastikan bahwa telah melakukan penggerebekan terhadap sebuah rumah di kawasan Bangkalan Madura, yang disinyalir menjadi tempat tinggal salah satu pelaku. Kendati pelaku tidak berada di rumah, mereka berhasil menemukan sejumlah alat bukti kejahatan pelaku tersebut.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Mohammad Iqbal didampingi Kasat Reskrim, AKBP Shinto Silitonga membenarkan penggerebekan tersebut. Dan dari hasil penggerebekan itu, pihaknya kini sudah menetapkan salah satu pelaku perampokan itu sebagai DPO (daftar pencarian orang). DPO itu bernama Muzamil, warga Desa Socah, Kec. Galis, Bangkalan Madura.

Kendati Muzamil alias Musammil alias Semil tidak berada di rumahnya. Tim Anti Bandit akhirnya membawa Farida (31) istri Semil ke Mapolrestabes Surabaya untuk diperiksa. Sebab diduga kuat, Farida dijadikan Semil sebagai tempat penyimpanan uang hasil kejahatan yang dilakukan suaminya selama ini.

Foto Pelaku Memegang Parang dan Sejumlah Uang Berhamburan di Lantai

Foto Pelaku Memegang Parang dan Sejumlah Uang Berhamburan di Lantai

“Setelah istrinya diamankan, kami pastikan bahwa M adalah salah satu perampok yang beraksi di Jalan Kapas Krampung. Kami juga sudah kantongi nama-nama pelakunya. Kami himbau agar saudara M menyerahkan diri. Sebab tim kami sudah mendekat,” tegas Kombes Pol Mohammad Iqbal, Minggu (04/06/2017).

Iqbal bahkan memastikan, bahwa Farida, istri Muzamil akan menghadapi proses hukum yang kontruksi kasusnya sudah disiapkan penyidik. Sebab Farida diduga menerima aliran dana suaminya tersebut.

Beberapa alat bukti transaksi Farida kepada Muzamil sudah dikantongi penyidik. “Istri anda, sudah ditangan kami. Segera saja anda menyerahkan diri. Jangan mencoba coba melukai warga maupun petugas. Karena kami akan bertindak tegas,” warning Iqbal kepada Muzamil.

Secara detail, AKBP Shinto Silitonga menyampaikan, Farida ditangkap timnya beberapa pekan lalu. Dari penangkapan itu, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti uang Rp 750 ribu, buku tangungan BCA, BPKB dan STNK motor, dua handphone (HP) dan lainnya.

“Kami masih memburu para tersangka, karena identitasnya sudah kami ketahui. Termasuk ciri-ciri kendaraan yang dipakai saat beraksi,” katanya.

Sementara dari informasi yang didapat, komunikasi Muzamil dengan Farida terungkap dari HP Farida yang diamankan polisi. Sedangkan dari barang bukti buku tabungan BCA milik Farida tersebut, polisi mendapat aliran transaksi dana lebih dari 400 juta.

Sedangkan foto Muzamil tersebut, didapat dari galeri foto Farida. Salah satu foto terlihat, Muzamil sedang duduk memegang parang dan dikelilingi sejumlah uang. “Kami siapkan jeratan TPPU (tindak pidana pencucian uang) untuk Farida,” ujar Shinto.

Muzamil dan kelompoknya, beraksi menggunakan senjata tajam. Mereka beraksi di depan toko agen minyak goreng dan sembako (UD Bintang Rejeki), Jalan Kapas Krampung 109 Surabaya, milik Awen (korban tewas).

Kelompok ini beraksi pada saat jalan raya tersebut ramai pada Jumat (12/05/2017) malam sekitar pukul 18.00 Wib. Atas kejadian tersebut, Lely harus kehilangan dua tas yang diduga berisi lebih dari 200 juta. Namun yang membuatnya terpukul, dia harus kehilangan Awen, suaminya untuk selamanya, usai tewas akibat bacokan para pelaku.***day



from SurabayaRaya http://ift.tt/2ssFcVf
via IFTTT

No comments

Powered by Blogger.