Header Ads

Unit Reskrim Polsek Tambaksari Polrestabes Surabaya Amankan Pelaku Pencurian yang Diduga Seorang Gay

http://ift.tt/2upd1e8

IMG-20170713-WA0005Polrestabes Surabaya, 14/07/17 : Unit Reskrim Polsek Tambaksari meringkus pelaku pencurian, Rabu malam (12/7). Tapi, pelaku yang ditangkap kali ini bisa bikin orang merinding. Betapa tidak, sang pelaku diketahui merupakan seorang GAY alias penyuka sesama jenis.
Bahkan, si korban pun juga seorang LGBT. Peristiwa menarik ini terjadi di hotel Gubeng Surabaya sekitar pukul 23.30 Wib. Cerita berawal dari korban, Supriyanto (37) dan pelaku, Sugianto (44) bertemu di Stasiun kereta api Wonokromo pada pukul 22.00 Wib.

Saat berjumpa pertama kali disana, pria asal Lumajang itu langsung tertarik terhadap pelaku yang berasal dari Krian Sidoarjo itu. Bak gayung bersambut, pelaku ternyata juga senang dengan korban. Alamak..!!

Mereka berdua lantas mengobrol di warung di sekitaran stasiun. Lima belas menit berselang, korban lalu mengajak pelaku untuk bermalam di hotel Gubeng. Sebab, korban sendiri bercerita ke pelaku besoknya akan bepergian ke Blitar.

Pasangan LGBT itu kemudian menuju ke hotel Gubeng menggunakan angkutan umum. Sampai di sana, keduanya bergegas masuk. Kamar kelas Bisnis jadi pilihannya. Setelah itu, korban meminta pijat kepada pelaku.

Ada sekitar 15 menit berjalan, ternyata pelaku makin intens dengan korban. Seluruh tubuhnya di jamah. Dari situ, permainan pasangan LGBT tersebut berlangsung. Nah, selesei bermain, pelaku dikasih upah Rp 50 ribu.

Korban kemudian masuk ke kamar mandi. Sedangkan pelaku masih menunggu diatas ranjang. “Berawal dari situlah, pelaku kemudian mencari dompet milik korban yang ada di celana. Karena merasa kurang dengan upah yang diberikan korban, dia lalu mengambil uang korban,” terang Kanit Reskrim Polsek Tambaksari, Iptu Farida, Kamis (13/7).

Farida melanjutkan, tak hanya uang yang akan diambil, pelaku juga mencari handphone milik korban. Namun saat beraksi itulah, korban mengetahuinya. Kontan saja, korban kemudian berteriak minta tolong. Pelaku akhirnya kabur keluar hotel.

“Pas kabur keluar hotel inilah, sejumlah karyawan mengetahui dan mendengar teriakan korban. Pelaku yang sudah lari hingga Jalan Sumatera, seberang hotel, akhirnya berhasil diamankan setelah karyawan hotel mengejarnya,” jelasnya.

Tak ayal, sejumlah karyawan hotel dan warga yang geram akhirnya memukuli pelaku hingga babak belur. Pelaku lantas tak bisa berkutik dan mengakui perbuatannya. Setelah itu, pihak hotel segera menghubungi Polsek Tambaksari. Unit Reskrim yang dikomandoi Iptu Farida itu langsung menuju ke TKP.

“Kami langsung amankan pelakunya dari amuk massa. Setelah itu, bersama barang bukti dan korban serta saksi-saksi kami bawa ke Mapolsek,” beber polisi dengan dua balok dipundak tersebut. Pelaku kemudian diinterogasi. Dari hasil penyidikan yang sudah dilakukan, pelaku nekad melakukan aksinya itu karena merasa kurang dengan upah yang diberikan korban.

“Saya sudah layani dia (korban) lebih pak. Masa ya cuma dikasih Rp 50 ribu. Saya ya nggak terima. Makanya pas dia mandi tak curi aja uangnya dan handphone-nya. Wong minta enak kok imbalannya cuma segitu,” ungkap tersangka Sugianto, pria yang mengaku menjadi ‘pereknya’ stasiun Wonokromo.***day



from SurabayaRaya http://ift.tt/2upd2ic
via IFTTT

No comments

Powered by Blogger.