Header Ads

Polsek Benowo Polrestabes Surabaya Mediasi Warga TOW dan PT KPL

http://ift.tt/2vojQda

IMG-20170720-WA0213Polrestabes Surabaya, 20/07/2017 : Polsek Benowo Polrestabes Surabaya dan anggota melaksanakan pengamanan sosialisasi PT Karana Panorama Logostik (KPL) kepada 100 warga bertempat di pendopo Tambakosowilangon.

Pengamanan dipimpin Kapolsek Kompol Moch Mahmud .SH.MH didampingi Kanit Intel AKP Munaji.SH, Kanit Reskrim AKP Didik Tri W SH, Kanit Sabhara Iptu Suwadi SH, Kanit Lantas AKP Suradi, Kamis 20/07/2017), pukul 13.00 Wib.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan, setelah warga Tambakosowilangon (TOW), Sabtu (15/07/2017) lalu, menghentikan aktivitas pekerja PT KPL, yang akan melakuakan persiapan operasional.

Sosialisasi dihadiri Dirut PT Karana Panorama Logistik Agung dan tim lawyer, Kapolsek Benowo, Danramil Benowo, Camat Benowo, Lurah Tambakosowilangun, Ketua RW, RT, toga, tomas dan warga sekitar.

IMG-20170720-WA0211

PT KPL perusahaan merupakan gabungan tiga perusahaan yang akan mengoperasikan lahan untuk pergudangan dan depo kontainer. Secara aturan sudah sah karena tela mengantongi perijinan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Selain itu, sudah melakukan komunikasi Saichu, Ketua LPMK TOW dan perusahaan berencana akan merengkrut karyawan dari warga sekitar lokasi. Selama perjalanan waktu persiapan beroperasinya diminta berhenti oleh warga sekitar. Sehingga dilakukan mediasi kedua belah pihak dengan difasilitasi lurah

Sopyan Hadi dari warga RT 03 RW 01, menuntut jalan penghubung yang melintas di tengah, untuk dibuka kembali karena sebagau akses penghubung warga dengan warga satu sama lain. Kompensasi warga sudah diterima setiap tahun.

Abu, Ketua RW 1 Tambak Osowilangun, menyampaikan penolakan warga karena membahayakan warga dan kebisingan.

Anwar, warga RW 1 TOW, bila kesepakatan telah terjadi diharapkan dibuatkan surat kesepakatan. Terkait perijinan, amdal, dan prakontruksi kontruksi dan pasca kintruksi harus melalui komunikasi dengan warga sesuai dengan UU dan dampak negatif lainnya bagi warga khususnya adanya pagar dan tumpukan kontener nantinya.

Pertanyaan warga dijawab pihak perusahaan, bahwa tuntutan warga membuka jalan kenapa tidak menuntut pada waktu lalu dan kalau dibuka jlelas tidak bisa karena akan membahayakan warga sendiri.

Untuk tingkat kebisingan akan berbeda dan ada pihak yang berwenang dan ahli dibidang itu pasti akan berdampak, namun untuk mengetahuinya harus beroperasi dulu. Dan untuk semua hasil kesepakatan akan dibuatkan kesepakatan bila ada titik temu.

Ditengah jawaban dari manajemen, Soyan menayakan tuntutan terkait pembukaan jalan dan dijawab tuntutan tidak bisa dipenuhi kemudian mengajak sebagian warga pulang. Namun sebagian warga masih tetap bertahan.

Gus Hasyim menyampaiakann bahwa permasalahan tuntutan warga terkait jalan agar dicarikan solusi  agar bisa berjalan semuanya baik warga maupun perusahaan.

Kapolsek benowo Kompol Mahmud menyampaiakan agar permasalahan tersebut didasarkan dengan aturan hukum yang berlaku dan akan menjadikan hukum sebagai panglima dari penyelesaian permasalahan tersebut.

Tambahan dari Didik Lilik, LPMK TOW menyampaiakan, agar dibuatkan pertemuan lanjutan lagi karena pertemuan siang ini tidak ada titik temu. (jetlee)



from SurabayaRaya http://ift.tt/2tulT29
via IFTTT

No comments

Powered by Blogger.